NGEBAPER PART#5 “DEAR MILLENIAL, QURBAN IS OUR TAKWA TO ALLAH SWT”

Ngebaper (ngobrol bareng rektor) merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Institut Daarul Qur’an dan diikuti oleh semua SDI beserta calon mahasiswa. Acara Ngebaper kali ini terasa sangat istimewa karena pertama kalinya diselenggarakan di Masjid Al-Anwar Institut Daarul Qur’an secara langsung dengan mengikuti protokol kesehatan dan melalui live via zoom.

Ngebaper part 5 bertemakan “Dear Millenial, Qurban is Our Takwa to Allah SWT“, tema ini diambil mengingat saat ini kita sudah memasuki bulan Dzulhijah dan akan segera memasuki Hari Raya Idul Adha.

Pemateri Ngebaper part# 5 diisi oleh Rektor Institut Daarul Quran Ustadz M. Anwar Sani, S.Sos.I,M.E, Wakil rektor I Ustadz Dzikron Amnar bin Mutholib, Lc.,M.A. dan Ustadzah Rina Susanti Abidin Bahren, S.H.I,M.A selaku Warek 4.

Ngebaper part 5 dimulai ba’da sholat Ashar dan diawali dengan membaca surah Al-Waqiah bersama, penampilan video teaser pengenalan kampus, serta penampilan video Kebyar-kebyar yang dipersembahkan oleh para dosen sebagai representasi semangat dan persembahan sebuah karya kepada calon mahasiswa Idaqu.

Pembukaan ngebaper diawali oleh penyampaian Rektor Idaqu Ust Anwar Sani yang memberikan semangat dan motivasi kepada calon mahasiswa dan dosen agar bisa menjadi “marketer” Institut Daarul Quran sebagai bentuk cerminan pengenalan Idaqu agar bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Acara dilanjutkan oleh Ustadzah Rina yang mengupas asal mula perintah berqurban yang ternyata sudah ada dalam sejarah hidup manusia pertama kali. Yakni ketika Allah memerintahkan putra Nabi Adam As, Qabil dan Habil untuk mengorbankan harta terbaik mereka. Kemudian syariah tentang qurban mulai disempurnakan semenjak Nabi Ibrahim As, maka Allah memerintahkan Nabi Ibrahim As untuk mengorbankan putra kesayangannya Ismail yang kemudian diganti oleh Allah dengan kambing. Nabi Ibrahim lulus ujian, dan sejak saat itu diperintahkan bagi umat Islam untuk berqurban.

Pemateri selanjutnya dibawakan oleh ustadz Dzikran, dengan pembahasan orientasi perkuliahan E-learning kepada calon mahasiswa Idaqu.

Para calon mahasiswa dan audien yang berada di masjid Al-Anwar maupun peserta zoom antusias menyimak  dan mendengarkan sambil sesekali terdengar gelak tawa kecil karena penyampaian materi ngebaper memang sangat ringan, santai, menarik, serta mudah didengarkan.

Di ngebaper  ini juga menampilkan kreativitas mahasiswa Tahfidz Intensif dengan penampilan video komedi yang disambut meriah dengan tawa dan tepuk tangan penonton.

Alhamdulillah, acara berakhir dengan lancar dan menyenangkan. Kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama. (Idaqu/Fadhila Rahman)

DISKUSI PENGABDIAN MASYARAKAT IDAQU BERSAMA PIMPINAN PONDOK PESANTREN SE-JABODETABEK

Sebagai salah satu bagian dalam pembangunan masyarakat, Institut Daarul Qur’an juga turut andil mengabdikan diri kepada masyarakat. Salah satu kegiatan pengabdian yang dipilih oleh IDAQU kali ini yaitu diskusi bersama dengan para Pemimpin Pondok Pesantren Se-Jabodetabek.

Antusiasme para Pimpinan Pondok Pesantren yang datang menghadiri diskusi ini menambah semangat IDAQU untuk bergerak membumikan dan menginternalisasikan nilai-nilai Al Qur’an kepada mahasiswa IDAQU serta masyarakat umum.

Tema diskusi yang diangkat kali ini yaitu “Menjawab Tantangan Global dengan Al Qur’an”. Al Qur’an sebagai pedoman utama umat Islam yang tak lekang oleh zaman  tentu harus selalu digali untuk kemaslahatan umat untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.

Diskusi ini menghadirkan beberapa pembicara yaitu , Dewan Syariah Daarul Qur’an, KH. Ahmad Kosasih, M. Ag , Rektor Institut Daarul Qur’an M. Anwar Sani, S. Sos.I., M.E , serta Wakil Rektor I Institut Daarul Qur’an, Zikran Amnar bin Muthalib, Lc., MA.

“Santri-santri di berbagai pondok pesantren harus didorong untuk bisa mengenyam pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mulai dari tingkat Sarjana dan kalau bisa sampai Doktor. Hal ini tentu akan memberikan lebih banyak peluang dan kesempatan kepada santri untuk meraih impiannya, disamping mereka telah mumpuni dalam ilmu agama yang mereka dapat dari Pesantren.” terang Rektor IDAQU M. Anwar Sani.

Dalam hal ini, Rektor IDAQU berpesan dan berharap para Pimimpin Pesantren dapat mensosialisasikan dan memberikan dukungan kepada para santrinya untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dimanapun kampusnya, dengan maksud dan tujuan agar para santri memiliki kesempatan yang lebih banyak dan luas dalam meraih impiannya.

IDAQU sendiri hadir untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin belajar di jenjang pendidikan tinggi. Tiga fakultas dengan total enam prodi telah disediakan Institut Daarul Qur’an untuk melayani masyarakat yang ingin melanjutkan kuliah strata I sambil Ngafal Al Qur’an. Tujuannya adalah mencetak lulusan Pendidikan Tinggi yang berkompeten di Bidangnya serta memiliki kemampuan hafalan Qur’an yang baik. (Idaqu/ Feny)